Senin, 04 Mei 2015

Selamat Tinggal

Lihatlah, mimpi itu berpendaran di lorong seberang ..
Ringkas, tajam, tapi sedetik kemudian hanyut terhenyakkan ..
Di paksa untuk tersemoga, membuatnya nyata seolah memang nyata ..
Kian kentara terlekat di bersama hujan yang membentuk butiran-butiran ..

Dia hanya berdiri di tengah hujan yang tak mengerti apa-apa ..
Mengapa hujan terus membasahi tubuh indah yang tak bisa tersentuh?
Menatap nanar di sepanjang jalan yang tergenang, membentuk tanya, menunggu apa?
Bukan! Sungguh itu bukan sosok di seberang yang memperhatikannya dengan lusuh ..

Sedetik, semenit, hingga sesuatu telah memberi batas di antara mereka ..
Tak ada kata, aksara, dan imaji.
Hanya menggumam dalam hati ..

Saat dia beranjak dari tempatnya menumpu dan menatap sosok yang lusuh itu ..
Tangannya melambai pelan, “Selamat tinggal.”
Dan sosok itu pun membalas lambaian tangannya dengan sederhana ..
“Semoga kita bertemu lagi.”

Mimpi yang berpenderan itu berlalu ..

Tidak ada komentar: