Kamis, 22 Desember 2016

Cerita Sore...

     "Kau merindukannya?" tanyaku sambil menatapnya dengan ucapan yang terdengar seperti pernyataan daripada pertanyaan.
Dia memalingkan wajah sejenak, lalu balas menatapku. “Tidak. Aku tidak merindukannya.” katanya sebelum berpaling lagi.
Aku mengerutkan kening, lamat-lamat menatapnya. Aku mencoba tetap menunjukkan ekspresi biasa saja begitu tahu kalau ia membalas ucapanku seolah tanpa merasa bersalah sedikit pun.
Aku mengembuskan napas panjang. Aku memilih diam dan tak memberikan tanggapan apapun.
Hening hingga aku bisa mendengar detak jantungku sendiri. Aku tidak mendramatisirnya. Sungguh, aku bisa mendengar jantungku berdegup seolah mengentak dadaku keras-keras meskipun aku bersamanya di tempat yang ramai dengan orang-orang.
Untuk sesaat aku merasa bahwa aku begitu keras padanya. Tapi, apakah aku akan membiarkannya menghabiskan waktu bersama lelaki lain? Merindukan lelaki itu?
Apa aku bodoh dengan menutup mata dan telinga dengan semua yang kulihat dan kudengar? Ya, mungkin.
Tapi, apakah dia bisa sedikit lebih jujur tentang perasaannya?


Selasa, 30 Agustus 2016

Rahasia ..

aku tahu satu rahasia ..
maukah engkau kuberitahu?

baiklah, ini dia..

rahasia itu adalah aku ..
aku yang kau rahasiakan ..

kepada mereka ..
kepada dunia ..