Kamis, 22 Desember 2016

Cerita Sore...

     "Kau merindukannya?" tanyaku sambil menatapnya dengan ucapan yang terdengar seperti pernyataan daripada pertanyaan.
Dia memalingkan wajah sejenak, lalu balas menatapku. “Tidak. Aku tidak merindukannya.” katanya sebelum berpaling lagi.
Aku mengerutkan kening, lamat-lamat menatapnya. Aku mencoba tetap menunjukkan ekspresi biasa saja begitu tahu kalau ia membalas ucapanku seolah tanpa merasa bersalah sedikit pun.
Aku mengembuskan napas panjang. Aku memilih diam dan tak memberikan tanggapan apapun.
Hening hingga aku bisa mendengar detak jantungku sendiri. Aku tidak mendramatisirnya. Sungguh, aku bisa mendengar jantungku berdegup seolah mengentak dadaku keras-keras meskipun aku bersamanya di tempat yang ramai dengan orang-orang.
Untuk sesaat aku merasa bahwa aku begitu keras padanya. Tapi, apakah aku akan membiarkannya menghabiskan waktu bersama lelaki lain? Merindukan lelaki itu?
Apa aku bodoh dengan menutup mata dan telinga dengan semua yang kulihat dan kudengar? Ya, mungkin.
Tapi, apakah dia bisa sedikit lebih jujur tentang perasaannya?


Selasa, 30 Agustus 2016

Rahasia ..

aku tahu satu rahasia ..
maukah engkau kuberitahu?

baiklah, ini dia..

rahasia itu adalah aku ..
aku yang kau rahasiakan ..

kepada mereka ..
kepada dunia ..

Minggu, 15 November 2015

Di Batas Kota Ini ..

Ketika pertama kali aku melangkahkan kaki meninggalkan kota ini, ada sesuatu yang datang menembus dan menikam perasaan. Perasaan yang menduga-duga. Penuh prasangka. Entah bagaimana menjelaskannya. Hanya saja,,, entahlah. Mungkin hanya aku yang terlalu perasa..

Apakah aku salah ketika aku memintamu hanya mencintaiku selama sisa hidupmu?

Aku dapat membayangkan bagaimana raut wajahmu kalau nanti aku benar-benar menanyakannya. Kau mungkin akan berpikir aku egois, bahkan gila! Bisa saja setelah ini kau malah memilih untuk menjauhiku. Memilih jalan yang tidak pernah aku lewati. Memilih untuk berputar jauh ketimbang bertemu denganku di tengah jalan.

Ya, aku masih belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan ku itu. Aku hanya tahu kau wanita yang akan menyempurnakanku dengan ketidaksempurnaanmu. AKu hanya tahu kau indah seindah-indahnya. AKu pun telah jatuh cinta kepadamu dengan sejatuh-jatuhnya. Namun, bagaimana dengan perasaanmu?

AKu terlalu bodoh untuk selalu berimajinasi. Mencumbui bayangan yang sejatinya tak pernah terpantulkan.

Senin, 12 Oktober 2015

SEMBURAT ...

tak secepat itu hujan bisa pergi ..
terlebih ketika semburat awan mendung bersimbah di sepanjang langit ..
derainya mengetuk pintu-pintu kaca ..
berdetak, menggertak, menyentakkan kita ..

mungkin, ketika aku bertanya mengapa hujan itu datang ..
sama halnya mengapa kau tak seperti sebelum hujan itu datang ..
mengapa kau membiarkan aku bertanya kapan hujan akan reda ..
mengapa kau tak membiarkan aku melangkah meninggalkan semuanya ..

sederhana, bukan?

seharusnya aku mengerti ..
tapi sepertinya aku tidak mengerti ..
aku tahu kau mengerti ..
tapi kau tak membiarkan aku mengerti ..

kau hanya tersenyum, manis sekali ..
hanya mengatakan bahwa hujan adalah urusan Tuhan ..
hanya mengatakan bahwa setelah hujan biasanya ada pelangi ..
hanya mengatakan bahwa tak selamanya mendung itu berarti akan hujan ..

aku tahu, kau memaksakan supaya aku mengerti ..
tapi sungguh, kau sedang bersembunyi ..
ber-rahasia di dalam hujan ..
di dalam hatimu tersimpan ..

Senin, 04 Mei 2015

Selamat Tinggal

Lihatlah, mimpi itu berpendaran di lorong seberang ..
Ringkas, tajam, tapi sedetik kemudian hanyut terhenyakkan ..
Di paksa untuk tersemoga, membuatnya nyata seolah memang nyata ..
Kian kentara terlekat di bersama hujan yang membentuk butiran-butiran ..

Dia hanya berdiri di tengah hujan yang tak mengerti apa-apa ..
Mengapa hujan terus membasahi tubuh indah yang tak bisa tersentuh?
Menatap nanar di sepanjang jalan yang tergenang, membentuk tanya, menunggu apa?
Bukan! Sungguh itu bukan sosok di seberang yang memperhatikannya dengan lusuh ..

Sedetik, semenit, hingga sesuatu telah memberi batas di antara mereka ..
Tak ada kata, aksara, dan imaji.
Hanya menggumam dalam hati ..

Saat dia beranjak dari tempatnya menumpu dan menatap sosok yang lusuh itu ..
Tangannya melambai pelan, “Selamat tinggal.”
Dan sosok itu pun membalas lambaian tangannya dengan sederhana ..
“Semoga kita bertemu lagi.”

Mimpi yang berpenderan itu berlalu ..