Rabu, 03 Desember 2014

Walau Itu Tak Sengaja ..

sepi, tak ada yang mewakili kejemuan ..
entahlah, terpikir menulis perwakilan ..
tapi benarkah aku merasa seharusnya aku tak merasa ..
sebuah titik kelam dalam setiap kedipan dan helaian nafas ..
tentang kehidupanku dengan dia, mereka dan dunia ..

ketika hari ini tak seperti kemarin ..
dan kala kemarin tak seperti hari ini ..
dan aku terususut di pangku rasa lelah yang meruncing ..
telah terlanjur aku tenggelamkan diriku dalam kubangan letih ..
walau itu tak sengaja ..

hanya keluh luruh menyeluruh ..
hanya getir di lidah mematri rasa kelu ..
ujung pena tanpa aksara, ternoda dan dilema ..
sesat kian lekat, tercecer, terjerembab porandakan hasrat ..

waktu cepat lah berlalu ..
bergegaslah menjemput senja ..
kalbuku kian terbata dalam imaji tak terlaksana ..
lelah, letih dan segala bentuknya memasung asa ..

Selasa, 14 Oktober 2014

Diary Perasaan ..


Antara camar dan merpati ..
Antara teratai dan sang mawar ..
Antara kisah dan cerita ..
Berdiri dengan sejuta kata dan pilihan ..
Berlari andai saja bisa mengguratkan pilhan ..

Dan setiap kenangan yang masih terukir ..
Sebuah romansa tentang masa lalu ..
Terayun-ayun dalam bingkai pintu yang tak berpenghuni ..
Sepi, sunyi, senyap bagai daun yang membutuhkan angin ..
Yang hadir sebelum camar dan merpati ..
Sebelum teratai dan sang mawar ..
Sebelum kisah dan cerita ..
Kini, menyatu dalam sebuah wadah kebimbangan ..

Duhai camar ..
Bawalah aku bersamamu ..
Bermain air, dan teratai-teratai yang bergelimpahan tak terhingga ..
Bisikkan tentang kita kepada mereka ..
Kisahkan tentang senja dan terang yang menyilang ..
Menghitung mundur jatuhnya matahari ke ufuknya ..
Dan menantikan bulan sabit menggantungkan harapan kita ..
Hanya kita, bagai ombak dan lautan ..

Dan engkaulah sang merpati ..
Kau lihat sayapku yang telah lama patah ..
Kau datang, memangkuku dan membawaku ke atas awan melihat dunia ..
Bercengkrama diatas ranting pohon, saling menyentuhkan paruh ..
Lihatlah di bawah kita kebun mawar yang seakan meminta untuk di petik ..
Biar kupetikkan satu untukmu dan ku sisihkan batang duri yang bersamanya ..
Biarlah berdarah, biarlah terluka, setangkai mawar untuk kebahagiaanmu ..
Jangan biarkan ia layu, seperti kisah-kisah terdahulu ..

Kini, sebuah cerita yang berjudul masa lalu ..
Menjelmakan kenangan yang selalu setia dan semua antara itu ..
Pernah kau pegang tanganku ini ...
Pernah kau peluk tubuh dinginku ini ..
Seperti embun pagi, menyejukkan mataku, larutkan nyanyian malamku ..
Hingga kau lepaskanku dengan kata yang tak terdeskripsi ..
Dan kini mengapa kau masih saja menahanku?
Membiarkan aku terkatung-katung, terombang-ambing dalam hebatnya badai hatiku ..
Dan kau masih saja seperti embun pagi ..
Masih menyejukkan, tapi sejuknya menusuk dengan halus ke saraf yang menguasai perasaanku ..
Terdampar, seperti daun yang mencari angin untuk melayang ..

Antara kenangan, camar dan merpati ..
Antara daun, teratai dan sang mawar ..
Antara alunan, kisah dan cerita ..
Entahlah ..

Rabu, 17 September 2014

Deskripsi Hati ...

Sayangku ..
Ketika semua sulit untuk kita mengerti ..
Hanya ada mengapa dan kenapa?
Untuk sesuatu yang tak bisa ku deskripsikan ..
Begitu terasa tapi hanya sebuah enkripsi ..
Prosa yang terikat di bantukan sajak ..

Enggan dia memaknakan dirinya ..
Sesuatu yang tanpa noda bergelantungan di hatinya ..
Cobalah raih tangannya, genggam dengan erat tangannya ..
Jangan biarkan dia jatuh ke dalam jurang gelap tanpa batas ..
Walau kenyataan hati tak seindah yang ku harap ..

Bercerita kepada waktu yang diam saja..
Tapi membawa setiap debu dalam putaran setiap detiknya ..
Sesampainya yang menggunung hanya sebutir saja ..
Kemana? Mengapa? Kenapa? Dan siapa?
Hanya sebuah misteri yang memudar dengan ke ambiguannya ..

Sayangku ..
Maafkanlah aku ..
Percayalah, di bagian terdalamku bukan sebuah rahasia ..
Melainkan melodi dan symphony yang terhembus pelan ..
Yang ku senandungkan bersama daun-daun dan bunga-bunga ..
Yang akan menjemputmu menuju tempat yang tertinggi ..
Ingatlah, itu mimpi kita ..


Minggu, 31 Agustus 2014

tak tersentuh ...

kini yang tak tersentuh mengerti ..
ceritanya tak sampai tersentuh ..
masih yang tak menyentuh terjadi ..
tak pernah kau sentuh ...

apa yang ku cari ..
semua yang tak kutemukan ..

mengapa mimpi ini kau temani?
semua yang terbawa takkan terbiasa ..
katakan mimpi ini kan mengerti ..
telah menyisakan telah menghilang ..

tak tersentuh ..
dan takkan terganti dan tak bisa ..

Jumat, 29 Agustus 2014

dia ..

dan hari pun berlalu, indah bersamamu ..
teringat kau slalu melengkungkan senyummu ..
ku pasrahkan jemari, di sela tanganmu ..
tak sadar kita terjebak di dalamnya ..

dan engkau hanya sebatas anganku ..
terangkai indah dekati khayalku ..
dan hanya mimpi akan menjadi mimpi ..
setiap langkahmu yang telah pergi ..

dan akan slalu terlihat dimataku ..
namun takkan menyentuh hatiku ..
kan tetap menjadi bagian khayalku ..
selamanya dalam khayalku ..