Ketika
pertama kali aku melangkahkan kaki meninggalkan kota ini, ada sesuatu yang
datang menembus dan menikam perasaan. Perasaan yang menduga-duga. Penuh
prasangka. Entah bagaimana menjelaskannya. Hanya saja,,, entahlah. Mungkin
hanya aku yang terlalu perasa..
Apakah aku salah ketika aku memintamu hanya
mencintaiku selama sisa hidupmu?
Aku
dapat membayangkan bagaimana raut wajahmu kalau nanti aku benar-benar
menanyakannya. Kau mungkin akan berpikir aku egois, bahkan gila! Bisa saja setelah ini kau malah memilih untuk
menjauhiku. Memilih
jalan yang tidak pernah aku lewati. Memilih untuk berputar jauh ketimbang
bertemu denganku di tengah jalan.
Ya,
aku masih belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan ku itu. Aku hanya tahu kau
wanita yang akan menyempurnakanku dengan ketidaksempurnaanmu. AKu hanya tahu
kau indah seindah-indahnya. AKu pun telah jatuh cinta kepadamu dengan
sejatuh-jatuhnya. Namun, bagaimana dengan perasaanmu?
AKu
terlalu bodoh untuk selalu berimajinasi. Mencumbui bayangan yang sejatinya
tak pernah terpantulkan.