Senin, 12 Oktober 2015

SEMBURAT ...

tak secepat itu hujan bisa pergi ..
terlebih ketika semburat awan mendung bersimbah di sepanjang langit ..
derainya mengetuk pintu-pintu kaca ..
berdetak, menggertak, menyentakkan kita ..

mungkin, ketika aku bertanya mengapa hujan itu datang ..
sama halnya mengapa kau tak seperti sebelum hujan itu datang ..
mengapa kau membiarkan aku bertanya kapan hujan akan reda ..
mengapa kau tak membiarkan aku melangkah meninggalkan semuanya ..

sederhana, bukan?

seharusnya aku mengerti ..
tapi sepertinya aku tidak mengerti ..
aku tahu kau mengerti ..
tapi kau tak membiarkan aku mengerti ..

kau hanya tersenyum, manis sekali ..
hanya mengatakan bahwa hujan adalah urusan Tuhan ..
hanya mengatakan bahwa setelah hujan biasanya ada pelangi ..
hanya mengatakan bahwa tak selamanya mendung itu berarti akan hujan ..

aku tahu, kau memaksakan supaya aku mengerti ..
tapi sungguh, kau sedang bersembunyi ..
ber-rahasia di dalam hujan ..
di dalam hatimu tersimpan ..