Senin, 24 Maret 2014

Aku Pernah Melihat Seorang Wanita ..


" Aku pernah melihat seorang wanita ..
Dia dan semua yang pernah ia tuliskan di bukunya ..
Dia yang memenuhi hatinya dengan khayalan indahnya ..
Dan dia yang menginginkan hidupnya berbeda dari yang biasa ..

Tapi malam ini wajahnya berubah ..
Sesuatu datang dan merusak khayalannya ..
Tentang kebimbangan ..
Lalu ia pergi berjalan, keluar dari naungannya ..
Entah kemana, biarkan, biarkan hati yg membawanya ..
Mencari tempat bertanya ..
Menemukan sudut-sudut untuk melegakan ..

Tak jauh disana ..
Daun-daun mencegahnya terus berjalan ..
Lalu ia pun bertanya ..
“heiii dedaunan, mengapa engkau begitu menyejukkan??
Embunmu begitu syahdu, dingin yang berbeda dari kutub-kutub??”

Daun-daun itu menjawab ..
“kami memang menyejukkan, tapi kami tak seindah yang kau lihat, sesungguhkanya kami lemah, kami jatuh dan terjungkal ketika angin menerpa kami. Kami hanya merayu agar manusia mencintai kami. Dan kami bukan sesuatu yang tepat untukmu.”

Ia hanya diam, mendengar, penuh sayu, mencoba mencerna apa yagn tersirat dalam hatinya.
Menghela nafas pendek, seolah lupa untuk apa ia bernafas.

Dan daun-daun itu kembali menyapanya,,
“ coba lihat malam ini, apa yang terlihat oleh bola matamu?
Apakah ada bintang saja?
Ataukah hanya ada bulan saja?
Ataukah mereka hilang dari pandanganmu?”

Dan ia diam, hingga daun-daun itu meneruskan ucapannnya,
“ketika engkau melihat bintang malam ini, apa yang mencoba kau temukan di sekitarnya?
Ataukah ketika engkau hanya melihat bulan saja malam ini, apa yg kau coba temukan di sekitarnya?”

“Tuhan menciptakan mereka tanpa rayuan, mereka takkan indah tanpa belahan jiwanya, seseorang yang menanti senja usai, akan mengirimkan kisahnya keatas malam bersama cahaya mereka yang bercengkrama”

“orang itu akan menyapa, Selamat malam BIntang… Selamat malam Bulan.. bolehkah aku mencuri senyummu, untuk ku gantungkan di titik rinduku kepadanya, sebuah rindu tentang kisah yang di tenggelamkan oleh senja.”

Seketika wanita itu termangu mendengar cerita daun-daun itu,,
tercetus sebuah kalimat dari bibir yg bergetar dingin,,
“Aku mencintai seorang pria..
Aku mencintai seperti bintang mencintai bulan..
Seperti seseorang yang setiap senja usai selalu menggantungkan kisahnya pada bintang dan bulan..
Dan akuuuu ….??? ”

Tidak ada komentar: